Wikipedia

Hasil penelusuran

Kamis, 29 Agustus 2013

PUISI

Jalanku memang terjal berliku
Semua tlah kupahami bahwa hidup tak begitu muda
Beberapa yang kutemui selalu menyedihkan hati

Entah apa yang kini kualami
Semua terlihat begitu berbeda
Saat kau hadir begitu saja

Dalam sapaan akrabmu, kau tawarkan sebuah cinta tulus hati
Kau membuatku tertawan
menggugah naluri yang sempat mati
Terima kasih atas cintamu
Betapa kini kutemukan
Cahaya hati yang menyejukkan

By : Medi iffredista

Cinta Terakhir


Elok rupa dalam tatapan sebuah hati
Menatap manja dengan bersahaja
Kasih....... Paparan nafasmu membius nurani
Pancarkan angan indah penuh pesona

Jemari jentikmu kau kepakkan
Terbang bersama bidadari disuatu senja
Ini yang tak habis dalam ingatanku
Betapa kau mampu menjaga setiamu

Tak mungkin ku ingkari
Aku insan paling beruntung dibumi ini
Kau beri warna dalam sebuah cerita
Sebuah episode menawan dalam ingatan




Pelangi yang kau tebar kemarin
Meredup saja dalam pawana dilangit sana
Bukan sebuah makna yang ingin ku tinggalkan
Namun kenyataan bahwa kau telah ada yang memiliki

Suara dihatiku tetap sama
Mencari serpihan asa yang sempat kau semai
Semalam saja aku teringat tentangmu
Arus dipelupuk mata semakin menggila

Kalau lah saja aku ini yang kan kau terima
Sejuta warna tak sebanding dengan asa bahagia
Meskipun aku kan lebih memilih, menyimpan hasrat yang ada dijiwa
Asal kau tertawa riang disana, aku pun rela melepas semuanya

Ku akui kini ku rindu,
Sapaanmu, canda tawa dan rajukanmu yang dulu
Dan kini hanya ada sebuah doa
"Moga Kau Bahagia Bersanding Dengannya"



Pulang Demi Cinta

Perempuan datang atas nama cinta
Dia pergi atas kehendak Sang Maha Cinta
Dia yang terlelap di satu purnama


Setiap alunan yang terlintas di beberapa kepingan cinta
Yang bersembunyi di antara redupnya keniscayaan

Cinta!
Aku tlah pergi mencari artimu
Aku pulang bukan untukmu
Bukan untukku

Aku pulang demi cinta
Adakah itu punyamu?



Layar

Pengaruh hati yang menuntun imanku sejauh ini
Menuju laut biru. Membentangkan ombak-ombak kebisuan
Arus yang bermuara di sudut hati ini
Menjelma menjadi untaian hasrat yang membeku

Aku menebarkan layarku disamudera jauh
melintasi sekuntum wajah ayu
Lalu mengilhami sandaran perih luka ini

Mungkinkah ini anugerah ilahi
Dan satu lagi senyumnya, meneduhkan kehampaan


Tak Terasa

Tlah ku ulang genangan duka disemua makna.
Yang terucap disemua bayangan
Kau adalah mawar di dahan patah, yang jatuh dalam cahaya.

Jasadku tergenang dalam kekalahan zaman lalu

Ku yakin kau angin
menerbangkan kepahitan dismua dahaga

Lalu kau jerat aku dengan canda dan tangismu
Disemua imanku!



Untuk Sebuah Nama

Sebait rasa ku tuangkan dalam kalimat sederhana. Kian terenyuh bathinku melihat satu potret kecil.
Mengembun daun mewangi, disetiap denyut lara yang teruntai. 

Jauh........... Terbentang kian membias dalam sunyi. Sepertinya kian ku sadari arti dirinya. Jejak yang ku cari pudar diwajahnya.

Cintanya meredam angkuh. Menepis gundah lara
Yang terpikat! Bukankah hati tak bisa di ingkari?
By: Medi iffredista


Tersentuh Logika

Segenap malam yang tertuang dalam sunyi. Bersedih iringi redupnya hati yang tak tentu arah.
Cahaya jiwa yang tersentuh, sadarkan lamunan sekejap saja.

Sentuhan lembut dinginnya malam, ku lalui dengan sengketa hati yang tak jelas asalnya.
Cinta! Apakah hakikatmu?
Sejatinya dirimu penerang dahaga. Sejatinya wujudmu pencipta suka cita.

Selebihnya tidakkah kau tau? Cinta tak sebatas itu!
Keindahan yang kau suguhkan, mematikan semua logika yang ada.


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar