Jalanku memang terjal berliku
Semua tlah kupahami bahwa hidup tak begitu muda
Beberapa yang kutemui selalu menyedihkan hati
Semua tlah kupahami bahwa hidup tak begitu muda
Beberapa yang kutemui selalu menyedihkan hati
Entah apa yang kini kualami
Semua terlihat begitu berbeda
Semua terlihat begitu berbeda
Saat kau hadir begitu saja
Dalam sapaan akrabmu, kau tawarkan sebuah cinta tulus hati
Kau membuatku tertawan
menggugah naluri yang sempat mati
Kau membuatku tertawan
menggugah naluri yang sempat mati
Terima kasih atas cintamu
Betapa kini kutemukan
Cahaya hati yang menyejukkan
Cahaya hati yang menyejukkan
By : Medi iffredista
Elok rupa dalam tatapan sebuah hati
Menatap manja dengan bersahaja
Menatap manja dengan bersahaja
Kasih....... Paparan nafasmu membius nurani
Pancarkan angan indah penuh pesona
Pancarkan angan indah penuh pesona
Jemari jentikmu kau kepakkan
Terbang bersama bidadari disuatu senja
Ini yang tak habis dalam ingatanku
Betapa kau mampu menjaga setiamu
Terbang bersama bidadari disuatu senja
Ini yang tak habis dalam ingatanku
Betapa kau mampu menjaga setiamu
Tak mungkin ku ingkari
Aku insan paling beruntung dibumi ini
Kau beri warna dalam sebuah cerita
Sebuah episode menawan dalam ingatan
Aku insan paling beruntung dibumi ini
Kau beri warna dalam sebuah cerita
Sebuah episode menawan dalam ingatan
Pelangi yang kau tebar kemarin
Meredup saja dalam pawana dilangit sana
Bukan sebuah makna yang ingin ku tinggalkan
Namun kenyataan bahwa kau telah ada yang memiliki
Meredup saja dalam pawana dilangit sana
Bukan sebuah makna yang ingin ku tinggalkan
Namun kenyataan bahwa kau telah ada yang memiliki
Suara dihatiku tetap sama
Mencari serpihan asa yang sempat kau semai
Semalam saja aku teringat tentangmu
Arus dipelupuk mata semakin menggila
Semalam saja aku teringat tentangmu
Arus dipelupuk mata semakin menggila
Kalau lah saja aku ini yang kan kau terima
Sejuta warna tak sebanding dengan asa bahagia
Meskipun aku kan lebih memilih, menyimpan hasrat yang ada dijiwa
Asal kau tertawa riang disana, aku pun rela melepas semuanya
Sejuta warna tak sebanding dengan asa bahagia
Meskipun aku kan lebih memilih, menyimpan hasrat yang ada dijiwa
Asal kau tertawa riang disana, aku pun rela melepas semuanya
Ku akui kini ku rindu,
Sapaanmu, canda tawa dan rajukanmu yang dulu
Dan kini hanya ada sebuah doa
"Moga Kau Bahagia Bersanding Dengannya"
Sapaanmu, canda tawa dan rajukanmu yang dulu
Dan kini hanya ada sebuah doa
"Moga Kau Bahagia Bersanding Dengannya"
Pulang Demi Cinta
Perempuan datang atas nama cinta
Dia pergi atas kehendak Sang Maha Cinta
Dia yang terlelap di satu purnama
Setiap alunan yang terlintas di beberapa kepingan cinta
Yang bersembunyi di antara redupnya keniscayaan
Cinta!
Aku tlah pergi mencari artimu
Aku pulang bukan untukmu
Bukan untukku
Aku pulang demi cinta
Adakah itu punyamu?
Layar
Pengaruh hati yang menuntun imanku sejauh ini
Menuju laut biru. Membentangkan ombak-ombak kebisuan
Arus yang bermuara di sudut hati ini
Menjelma menjadi untaian hasrat yang membeku
Aku menebarkan layarku disamudera jauh
melintasi sekuntum wajah ayu
Lalu mengilhami sandaran perih luka ini
Mungkinkah ini anugerah ilahi
Dan satu lagi senyumnya, meneduhkan kehampaan
Tak Terasa
Tlah ku ulang genangan duka disemua makna.
Yang terucap disemua bayangan
Kau adalah mawar di dahan patah, yang jatuh dalam cahaya.
Jasadku tergenang dalam kekalahan zaman lalu
Ku yakin kau angin
menerbangkan kepahitan dismua dahaga
Lalu kau jerat aku dengan canda dan tangismu
Disemua imanku!
Untuk Sebuah Nama
Sebait rasa ku tuangkan dalam kalimat sederhana. Kian terenyuh bathinku melihat satu potret kecil.
Mengembun daun mewangi, disetiap denyut lara yang teruntai.
Jauh........... Terbentang kian membias dalam sunyi. Sepertinya kian ku sadari arti dirinya. Jejak yang ku cari pudar diwajahnya.
Cintanya meredam angkuh. Menepis gundah lara
Yang terpikat! Bukankah hati tak bisa di ingkari?
By: Medi iffredista
Tersentuh Logika
Segenap malam yang tertuang dalam sunyi. Bersedih iringi redupnya hati yang tak tentu arah.
Cahaya jiwa yang tersentuh, sadarkan lamunan sekejap saja.
Sentuhan lembut dinginnya malam, ku lalui dengan sengketa hati yang tak jelas asalnya.
Cinta! Apakah hakikatmu?
Sejatinya dirimu penerang dahaga. Sejatinya wujudmu pencipta suka cita.
Selebihnya tidakkah kau tau? Cinta tak sebatas itu!
Keindahan yang kau suguhkan, mematikan semua logika yang ada.
